Jumat, 28 September 2012

Wa Akhsin Kama Akhsanalloohu Ilaika, Berbuat baiklah kamu sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu

Seseorang bercerita, aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku sertamenunjukkan keadaan di surga.

Memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,"

Ini adalah Seksi Penerimaan.

Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian,....

aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata,

"Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman.

Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat

yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.

Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.

"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.

Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas Rahmat Tuhan?", tanyaku.

"Sederhana sekali", jawab Malaikat.

"Cukup berkata,

'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan' ".


"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?", tanyaku.

Malaikat-ku menjawab,

"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, Pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, Maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu,engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga.... Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ....Maka,engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika,........ engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan,atau kematian ... M a k a,....engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang didunia.

"Jika,....orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... Maka,.....engkau termasuk orang yang sangat jarang.

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka,.....

engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan emua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

"Jika,...engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu, berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.

Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua

teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa

dirahmatiNya kita semua.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ".

(QS:Ibrahim (14) :7 )



Inilah Cara Berjilbab yang Salah

Baru-baru ini jilbab telah menjadi trend masyarakat indonesia khususnya kaum hawa. Dari mereka ada yang rela mengeluarkan isi dompet untuk memperdalam ilmu mempercantik diri dengan jilbab. Namun, apakah mereka tahu aturan-aturan berjilbab yang sesungguhnya? Karena, tidak semua pemakai jilbab telah benar-benar menutup aurot sehingga terhindar dari dosa.

Ada beberapa gaya berjilbab yang justru menambah koleksi dosa bagi pemakai jilbab tersebut.

1. Jilbab dengan bahan tipis bahkan transparan
Memakai jilbab dengan bahan yang tipis memang terlihat modis. Dan bahan ini sangat cocok bagi paramuslimah yang berada di daerah yang panas. Sehingga rasa panas tidak begitu membunuh mereka. Namun, jilbab dengan bahan inilah yang justru membuat dosa. Rosulullah SAW menyebut hal seperti ini dengan sebutan "berpakaian tapi telanjang".

2. Jilbab ketat
Muslimah diwajibkan memakai jilbab bertujuan agar menutupi kulit serta lekuk tubuh yang menggoda para kaum adam. Namun, baru-baru ini para muslimah seakan-akan mengacuhkan ketentuan berjilbab tersebut. Mereka memang berjilbab sesuai perintah, tetapi lekuk-lekuk tubuh mereka masih saja terlihat. Bahkan sebagian dari muslimah tersebut berjilbab hanya untuk menonjolkan lekuk tubuh mereka. Hal seperti inilah yang menambah isi dompet dosa mereka.

3. Jilbab yang mirip pakaian lelaki
Celana jeans dan kaos lengan panjang adalah identik pakaian laki-laki. Pakaian-pakaian tersebut tidak jarang juga dipakai oleh para muslimah. Walaupun mereka memakai kerudung, namun kerudungnya tidak menjuntai hingga dada. Terlebih lagi dipadu dengan kaos lengan panjang serta celana jeans. Seperti seorang laki-laki yang memakai kerudung. Gaya seperti ini tidak boleh dirpaktekkan oleh para muslimah. Karena gaya seperti ini adalah dosa bagi para muslimah. Seperti yang tertera dalam Al-Qur'an surat An Nuur ayat 31.

4. Jilbab yang menyerupai wanita 

Jaman memang sudah berkembang, begitu juga dengan model-model berbusana. Namun, peraturan tidak lah berubah sedikitpun. Begitu halnya peraturan berlilbab. Para muslimah hendaknya benar-benar mengetahui bagaimana tata cara berjilbab yang benar. Karena, hal yang paling membuat dosa adalah salah pengertiantentang berjilbab. Sebagai contoh apabila mereka berjilbab tetapi membuat seperti wanita kafir. Seperti berkerudung namun pahanya masih jelas terlihat, berjilbab namun dada tetap dipamerkan. Dengan demikian, berjilbab justru membuat mereka semakin berdosa saja. Jadi, pelajarilah peraturan-peraturannya terlebih dahulu sebelum bertindak.

Selasa, 25 September 2012

How are you to day

Apa kabar dunia, aku berharap pada mu.

kemana air mengalir sebenarnya pertanyaan yang naif. tapi nyatanya kemana air mengalir sama sekali tak jelas bisa ke atas kebawah kekanan ke kiri. ke sawah ke rumah tangga kemana saja sampai airnya bingung dan     habis. Maka habis lah manusia
Berhati-hatilah dengan air, apa lagi dengan air yang tersimpan kokoh di antara sulbi wa tarooib.

Sabtu, 22 September 2012


Pelajaran pertama: Obat Rohani

Ibnu at-Tin mengatakan, “Ruqyah dengan mu’awidzat (Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas) dan nama-nama AllahSubhanahu wa Ta’ala adalah obat rohani. Jika obat ini dibaca oleh lisan orang yang bertakwa maka dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala kesembuhan akan terwujud. Tatkala manusia semacam itu sulit ditemukan maka banyak orang lantas menggunakan obat jasmani.”

Pelajaran Kedua: Sembuh Karena Sugesti

Ibnu Utsaimin mengatakan, “Obat adalah sebab datangnya kesembuhan dan sebab itu ada dua macam. Pertama, sebab kesembuhan yang berdasarkan syariat semisal dengan membaca Alquran dan doa. Kedua, sebab kesembuhan berdasarkan realita semisal obat-obatan berupa materi-materi tertentu yang boleh jadi diketahui melalui jalan syariat –semisal madu- atau diketahui kegunaannya berdasarkan pengalaman empirik semisal umumnya obat-obatan.
Untuk obat yang diketahui dari percobaan empirik, pengaruh obat tersebut harus berupa pengaruh langsung, bukan pengaruh karena imajinasi dan anggapan semata (baca: sugesti). Jika suatu materi itu diketahui memiliki pengaruh langsung yang empirik pada penyakit, maka materi tersebut bisa dijadikan sebagai obat yang akan mendatangkan kesembuhan dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jika pengaruh materi obat tersebut hanya semata anggapan dan imajinasi pasien sehingga setelah mendapatkan pengobatan tersebut pasien merasakan lega dikarenakan anggapan yang sudah ada sebelumnya lalu rasa sakit berkurang atau bahkan obat tersebut menyebabkan kenyamanan jiwa sehingga menyebabkan penyakit hilang secara total, maka hal ini tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur. Kondisi tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk meyakini bahwa materi tersebut memang benar-benar obat. Manusia tidak boleh larut dalam anggapan dan imajinasi semata.”

Pelajaran Ketiga: Bolehkah Kalimat, ‘Dokter Itu Menyembuhkan?’

Ath-Thibi mengatakan, “Jika Anda bertanya bagaimana cara mengompromikan hadis ini (yaitu hadis yang menunjukkan bahwa anggota badan manusia itu mengikuti lisan, Pent.) dengan hadis Nabi ‘Ingalah bahwa di dalam tubuh itu ada sekerat daging. Jika ia baik maka seluruh badan akan baik. Jika ia rusak maka seluruh badan akan ursak. Itulah hati’ (HR. Bukhari ni. 52 dan Muslim no.1599 dari an-Nu’man bin Basyir)? Jawabanku adalah bahwa lisan merupakan penerjemah hati dan wakil hati untuk anggota badan yang lahirian. Maka jika dikatakan anggota badan yang lain maka itu adalah sekadar ungkap majaz, (kata kiasan) sebagaimana kalimat, ‘Dokter itu menyembuhkan pasien’,”

Pelajaran Keempat: Khusus Kurma Ajwah?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengatakan, “Jika seorang yang akan berangkat shalat Idul Fitri itu memakan tujuh butir kurma, maka itu adalah suatu hal yang baik mengingat sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Barangsiapa pagi-pagi memakan tujuh butir kurma dari daerah Aliyah –dalam redaksi yang lain: ‘tujuh butir kurma ajwah’-, maka pada hari itu dia tidak akan terkena racun dan sihir.’ (HR. Bukhari no. 5445 dan Muslim no. 155 dari Sa’ad bin Abi Waqqash)
Subhanallah, perlindungan dan penjagaan dengan sebab tujuh kurma dari daerah Aliyah –nama suatu tempat di kota Madinah- atau tujuh butir kurma ajwah. Bahkan guru kami Ibnu Sa’di berpandangan bahwa kurma daerah Aliyah atau kurma ajwah adalah sekadar contoh karena yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan adalah semua jenis kurma. Berdasarkan pendapat ini seorang itu bisa berpagi-pagi pada setiap harinya memakan tujuh butir kurma dari jenis apa pun.”
Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Siapa saja yang setiap hari berpagi-pagi memakan tujuh butir kurma ajwah maka sihir dan racun tidak akan membahaykannya sejak pagi itu hingga malam tiba’.” Menurut versi perawi lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tujuh butir kurma.” (HR. Bukhari no. 5435)
Boleh jadi ungkapan “tujuh butir kurma” yang tidak mensyaratkan harus ajwah adalah dasar pijakan Ibnu Sa’di yang juga disetujui oleh Ibnu Utsaimin untuk mengatakan bahwa keutamaan di atas berlaku untuk semua jenis kurma.

Pelajaran Kelima: Upah Bekam

Syaikh Abdullah Aba Buthain mengatakan, “Yang dimaksud dengan upah tukang bekam adalah upah yang diambil oleh tukang bekam karena membekam. Sedangkan pemberian yang diberikan kepada tukang bekam tanpa ada kesepakatan di depan, maka hukumnya diperbolehkan oleh sebagian ulama karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi sesuatu kepada orang yang membekam beliau.
Sebagian ulama mengatakan bahwa seandainya upah untuk tukang bekam itu haram, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan memberikan sesuatu kepadanya. Menurut mereka, hadis yang melarang upah bekam itu hanya berlaku jika besaran upah ditentukan di muka.”
Oleh: Ustadz Aris Munandar
Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 6 Tahun Kesebelas 1433 H/2012 M

Jumat, 21 September 2012

Sertifikasi Mapel Umum Rayon 15UM Kemenag Kab Ngawi


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM)                    
PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON 115
Jalan Semarang  5 Malang 65145
Telpon 0341-583-988
Laman:psg15.um.ac.id
Nomor :  7845/UN32.I/DT/2012               17 September 2012
Lampiran :  1 (satu) bendel
Hal :  Pemanggilan Peserta PLPG Tahap II

Yth.  Kepala Kantor Kementrian Agama
1. Kab. Blitar 5. Kab. Ngawi 9. Kab. Trenggalek
2.Kab. Madiun 6. Kab. Pacitan 10. Kota Malang
3.Kab. Magetan 7. Kab. Pasuruan 11. Kota Pasuruan
4.Kab. Malang 8. Kab. Ponorogo

Panitia Sertifikasi Guru Rayon 115 UM akan melaksanakan kegiatan PLPG selama 2 (dua)
tahap. Kegiatan PLPG  tahap II akan dilaksanakan pada tanggal  24 September  s.d. 3
Oktober 2012, diikuti oleh 78 peserta. Nama-nama peserta tersebut dapat diperiksa dalam
lampiran.

Untuk  itu, kami mohon Saudara memanggil nama-nama peserta dalam lampiran tersebut
untuk hadir pada:
hari  :  Senin
tanggal :  24 September 2012
waktu :  1. Pukul 12.00 s.d 13.00 WIB:  Check in dan penyelesaian urusan administrasi      
              2. Pukul 13.00 s.d 13.30 WIB:  Pembukaan PLPG
              3. Pukul 13.30 s.d 14.00 WIB:  Persiapan
              4. Pukul 14.00 s.d 17.00 WIB:  Kebijakan Pengembangan Profesi Guru
              5. Pukul 19.00 s.d 21.00 WIB:  Uji Kompetensi Awal (UKA)
hotel :    terlampir
alamat :    terlampir

Disamping itu, kami mohon para peserta membawa perlengkapan sebagai berikut:
1. Surat tugas dari Kepala Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
2. Identitas Diri yang berlaku (KTP, SIM atau yang sejenisnya).
3. Foto kopi ijazah terakhir dan SK Kepegawaian terakhir yang telah dilegalisasi.
4. Penunjang akademik: kurikulum, silabus, materi/bahan penyusunan RPP dan PTK, dan
media yang akan dikembangkan saat workshop. Demikian pula, guru perlu
memperhatikan ketentuan peserta yang tertera pada Buku 4 Panduan Sertifikasi Guru
tentang Rambu-rambu Pelaksanaan PLPG tahun 2012.
5. Perlengkapan pribadi: pakaian untuk 10 hari termasuk pakaian hangat, obat-obatan
persediaan pribadi, dan perlengkapan lain yang diperlukan.
6. Untuk persiapan UKA, peserta dimohon mempelajari materi sesuai dengan kisi-kisi UKA.
Kisi-kisi UKA dapat diunduh pada laman Kemdiknas dengan alamat:
sergur.kemdiknas.go.id.
Kami mohon dengan hormat agar peserta yang sedang sakit berat/keras dan ibu-ibu hamil
yang mendekati masa persalinan tidak dipanggil untuk mengikuti PLPG. Apabila Saudara
tetap mengirimkan peserta seperti dimaksud di atas, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan
pada peserta, maka penjemputan peserta sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kemenag
setempat.
Peserta yang karena sesuatu hal tidak dapat hadir memenuhi panggilan PLPG ini, harap
menyampaikan surat ijin/pengunduran diri kepada Ketua PSG Rayon 115 UM yang disertai
bukti pendukung alasan ketidakhadirannya.
Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami sampaikan terima kasih.
a.n. Rektor,
Pembantu Rektor I,
         
                                                                                               Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd.
Tembusan Yth.                                                                        NIP 19541006 198003 1001
1. Rektor Universitas Negeri Malang
2. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur  
    Lampiran Surat Pemanggilan Peserta PLPG
    Nomor: 7845/UN32.I/DT/2012
    Tanggal: 17 September 2012

NO N0. PESERTA NAMA PESERTA BIDANG STUDI NAMA SEKOLAH ROMBEL HOTEL

1 12050922420005 SUMADI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MA Negeri Tempursari 29 Grawidya
2 12050915720010 YASIR ARAFAT BAHASA INGGRIS MTs Negeri Kedunggalar 30 Grawidya
3 12050915720012 AMIN SUGIHARTI BAHASA INGGRIS MTs Negeri Paron 30 Grawidya
4 12050915720032 HARI YULISTYA HANDAYANI BAHASA INGGRIS MTs KP Karangjati 31 Grawidya
5 12050915720034 AZIZ KURNIAWAN BAHASA INGGRIS MTs AL Barokah 31 Grawidya
6 12050922420041 RINA BUDI SETYARINI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MA Negeri Ngrambe 29 Grawidya

Catatan alamat hotel:
GRAWIDYA:  Jl. Raya Beji 32, Batu. Telp: (0341) 594265, 597075

DAFTAR PESERTA PLPG KEMENAG 2012 - TAHAP 2
DARI KABUPATEN NGAWI
PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON 115 - UNIVERSITAS NEGERI MALANG
a.n. Rektor / Ketua PSG Rayon 115
Pembantu Rektor I,
Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd
NIP. 19541006 198003 1 001
Kab. Ngawi 1 / 1

Kamis, 20 September 2012

Pejuang yang mengabdi?

Sang pengabdi atau sang pejuang?. Kenapa semakin samar samar sepeti ada kabut yang menyelimuti. Tidak menyadari kelebihan diri dengan konsekwensi, menyamaratakan hak dan kuwajiban, tidak melihat tupoksi. dia begini aqu ya begini, dia begicu aqu ya begicu. Apa memang karakternya bukan pengabdi tetapi bendoro? berarti semuanya jadi pemimpin atau lagak pemimpin atau menyuruh saja.  tidak ada greget sama sekali aq begini aq begitu sama saja, prakarsa dan etos krja disimpan entah kemana. Yang berarti Karakter Bangsa!

Aduh aduhhhhhhhhhhhh karakter, padahal kita sudah dilatih lima kali sehari, satu bulan dalam setahun, dan banyak lagi aplikasi yang seharusnya bisa kita download. Kemana harus mengaduh kalau tidak ke Dunia (mbak) Maya ? Syukur ada yang baca, syukur ada yang nasehat, syukur ada yang terkena .

Wa Salam Alaikum

Yang Kuasa Memberkati.