Kamis, 30 Agustus 2012

Selamat Jalan, harus berapa kali lagi kita ucapkan!?

Genggaman erat tanganku tak akan pernah lepas memutuskan persahabatan ini walau engkau sudah berada di pelosok Indonesia yang tidak berlistrik, tidak beraspal tidak tidak tidak lainnya. selamat jalan dan perjuangkan impianmu. Doaku selalu menyertai setiap langlah kaki mu dan dalam setiap tarikan nafasku walau tanpa ikatan apa-apa. Melebihi cinta dan persahabatan

memang demikian inilah hidup, kalau difikirkan begitu pelik dan rumit kalau dijalani ternyata mudah saja. Semuanya mengalir seperti air, ya demikian inilah yang harus terjadi dan kita jalani sesuai dengan pilihan bebas kita menuju pada taqdirmu

Ngalah pasrah modal utama seorang mama. Buah hati hiburan utama yang menyatukan dua jiwa

Senin, 27 Agustus 2012

Mendikbud: Tahun 2013 Biaya Kuliah akan Makin Murah


Foto
YOGYA (KRjogja.com) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhammad Nuh menyebutkan, komponen biaya perkuliahan khususnya di Perguruan Tinggi Negri (PTN) pada tahun 2013 mendatang, akan dirancang menjadi lebih murah dan terjangkau masyarakat.
Upaya yang dilakukan untuk memangkas beban biaya kuliah pada mahasiswa dilakukan dengan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negri (BOPTN) yang akan dianggarkan padaAPBN reguler 2013 dengan besaran yang lebih besar dari tahun ini.
"BOPTN ini SK atau permennya sudah keluar dan selesai. Sekarang sedang kita siapkan DIPA-nya dan September sudah bisa cair," ujar Mendikbud usai membuka Ospek di GOR UNY, Senin (6/8).
Menurutnya, anggaran BOPTN yang akan dicairkan tahun ini adalah anggaran masa transisi yang didapatkan dari APBN Perubahan. Besarannya mencapai Rp1,5 triliun yang diberikan khusus untuk PTN. Anggaran tersebut disalurkan untuk membantu biaya operasional PTN seperti gaji honorer, listrik, biaya penelitian dan lainnya.
"Komponen itulah yang akan dibantu sehingga akan mengurangi beban yang biasanya ditanggung mahasiswa. Sebagai contoh di UNY tahun ini meneerima Rp28 Miliar untuk satu semester (September- Desember). Saya yakin tahun depan akan jauh lebih besar lagi karena sudah melalui APBN reguler," katanya.
Tahun 2013 nanti, lanjutnya, BOPTN akan dianggarkan dalam 2 semester atau satu tahun sekaligus. Kemendikbud menargetkan, dengan BOPTN tersebut, maka segala urusan biaya pendidikan harus turun. Dimana besaran BOPTN di tiap PTN ditentukan berdasarkan jumlah mahasiswa, biaya kemahalan di wilayah itu tersebut dan bantuan lain yang didapat.
"Sekarang ini biaya pendidikan kita sekitar Rp12 triliun. Kalau kita support dengan BOPTN 30 persen atau sekitar Rp4-5 triliun, itu brati biaya pendidikan kita akan turun kira-kira 10 sampai 20 persen. Sehingga otomatis biaya pendidikan di PTN akan lebih murah," tegasnya. (Aie)
Diupload oleh : hans (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 08-08-2012 09:23

Jumat, 24 Agustus 2012

Gaji PNS naik 7% tahun depan


Jakarta (Pinmas)—-Gaji pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota TNI/Polri akan naik 7% tahun depan. Kenaikan gaji tersebut tidak termasuk untuk Presiden dan para menterinya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan,kenaikan gaji PNS tahun depan tidak terlalu besar, hanya 7% atau sedikit di atas angka inflasi.
“Gaji PNS tahun depan naik 7%, itu tidak besar hanya menyesuaikan dari angka inflasi atau lebih naik sedikit dari angka inflasi,” kata Hatta ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (23/8).
Hatta menegaskan, presiden, wakil presiden, dan menteri tidak ikut menikmati kenaikan gaji di tahun depan.
“Tidak, gaji presiden dan menterinya tidak naik. Gaji presiden sama menterinya tetap, tetap Rp 19 juta (gaji pokok menteri),” cetus Hatta.
Seperti diketahui, pemerintah menganggarkan Rp 112,2 triliun untuk membayar gaji dan tunjangan PNS,TNI, dan Polri. Anggaran tersebut masuk dalam anggaran belanja pegawai di 2013 yang totalnya Rp 241,1 triliun.
Jumlah anggaran gaji PNS Rp 112,2 triliun di 2013 menunjukkan peningkatan Rp 10,9 triliun atau 10,7%, dari pagu dalam APBN-P 2012 yang sebesar Rp 101,3 triliun.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan kebijakan kenaikan gaji pokok sebesar rata-rata 7%, serta penyediaan cadangan anggaran untuk mengantisipasi kebutuhan gaji bagi tambahan pegawai baru di instansi pemerintah pusat dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik dan menggantikan pegawai yang memasuki usia pensiun.
Selanjutnya, untuk pembayaran honorarium, vakasi, lembur, dan sebagainya, pemerintah dalam RAPBN2013 mengalokasikan Rp 51,6 triliun yang berasal dari anggaran belanja pegawai.
Alokasi honorarium serta lainnya, menunjukkan peningkatan sebesar Rp 9,9 triliun atau 23,7% dibandingkan dengan alokasi dalam APBN-P 2012 sebesar Rp 41,7 triliun. (detik)

Wa Salam Alaikum

Yang Kuasa Memberkati.