Kamis, 18 Oktober 2012

Antrian Panjang


Jakarta (Pinmas)—Menteri Agama Suryadharma Ali berencana menaikkan setoran awal biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Jika sebelumnya untuk memperoleh seat (kursi) keberangkatan ke Tanah Suci calon jamaah harus menyetor Rp 25 juta, pada awal tahun depan naik antara Rp 30-32,5 juta.
“Insya Allah tahun depan Setoran awal BPIH akan naikkan antara Rp 30 juta sampai Rp 32,5 juta, ini untuk menekan antrian,” kata Menag kepada pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci bersama rombongan Amirul Haj, Rabu (17/10).
Seperti diketahui, jumlah waiting list (daftar tunggu) jamaah haji Indonesia mencapai 2 juta orang. Dengan demikian dana setoran awal telah terkumpul mencapai lebih dari Rp 42 trilyun.
Menurut Menag, semakin besar dana setoran awal yang dikelola Kementerian Agama, semakin besar pula memberikan manfaat bagi jamaah haji Indonesia. “Semakin besar subsidi untuk jamaah,” ujarnya.
Menteri Agama mengatakan, soal dana setoran awal yang kemudian terkumpul dalam jumlah besar termasuk bunga banknya, telah dimanfaatkan untuk jamaah juga. Bunga bank haji yang kemudian disebut dana optimalisasi itu telah dimanfaatkan untuk subsidi jamaah di tanah suci.
”Semua subsidi seperti untuk pondokan, airport tex, katering, general fee diambil dari dana optimalisasi. Menag memperkirakan dana subsidi itu mencapai Rp8,4 juta per orang. Dan tiap tahun kemampuan subsidi itu terus meningkat,” terangnya. (ks)
______________________________
Kalau mau menekan angka antrean dengan jalan menaikkan setoran awal menurut saya jelas tidak tepat, walaupun yang tepat apa saya juga belum tahu. Saya pastikan kebijakan itu tidak tepat. Itu hanya menaikkan jumlah dana optimalisasi saja. Mereka - mereka yang mendaftar itu sudah siap lahir batin berapapun akan dibayar dan ditempuh. Tanya saja pada mereka yang pulang Haji atau Umroh. apakah dengan biaya yang mereka bayarkan itu mereka merasa mahal? Jawabnya tidak, pasti tidak dan mereka mengatakan murah dan tidak sebanding dengan apa yang mereka terima, mereka rasakan selama di Makkah Madinah. Multple reward happyness dream come true, tidak bisa dinilai dengan uang. Kalau mau menekan angka antrean dengan cara menaikkan jumlah setoran itu tidak tepat.

Rabu, 03 Oktober 2012

Ganyang Malaysia

Ganyang Malaysia, rasanya sentimen ini perlu  dikuatkan lagi untuk membangkitkan nasionalisme yang semakin pudar. jangan sampai melihat persoalan atau kepentingan itu dilihat dari kacamata partai, kepentingan partai,  dikit dikit pertimbangannya partai. Partaiku lagi tidak ada kepentingan jadi ya terserah lo aja. enak saja! sudah dipercaya membawakan nasib bangsa qoq begicu?.

sentimen nasionalisme, lebih mudah di promokan apalagi untuk menggannyang sesuatu yang menantang.
Ganyang koruptor, ganyang koruptor, ganyang koruptor, biar indonesia bersih . Bersih tidak ada korupsi, bersih tidak ada korupsi, bersih tidak ada korupsi. mahsudnya biar ada korupsi tapi bersih seperti tidak ada korupsi karena sudah berpengalaman, terampil , professional. secara administratif tidak ada korupsi walaupun sebenarnya korupsi sangat mungkin marak disemua lini. Coba sekarang saya tanya? Apakah jatah sembako untuk kecamatan atau kelurahan itu jatahnya fluktuatif setiap bulan berganti, bertambah ataupun berkurang?

bersih dari korupsi artinya, walaupun korupsi tetapi seperti tidak ada korupsi. Mosok sih saya tidak korupsi? Detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, windu, Abad semuanya bersih tidak ada penyelewengan?. benarkah setetes darah yang mengalir dalam tubuh kita dan segumpal daging yang membebani tubuh kita itu dari sari pati makanan yang kita peroleh secara HALAL?. Kalau HALAL pasti akan membawa kebaikan di semua sisi, ke semua sisi mencegah perbuatan keji dan mungkar. Kalau tidak halal pasti akan menebar kan aroma yang tidak sedap ke segala penjuru, walaupun sudah disimpan rapat rapat, dikamuflase dengan parfum mahal, ditutupi topeng dermawan, sosial. Atau besikukuh dengan fakta yang ada dipersidangan bukan fakta sebenarnya yang ada dilapangan, yang menjadi kebiasaan pengacara handal

Sekarang ini lagi zamannya orang yang dengan semangat empat lima ingin menegakkan sesuatu, melaksanakan sesuatu, pasti mendapat tantangan dan berusaha disingkirkan atau dilengserkan, tapi kalau setengah setengah itu dia berada pada jalur yang aman, walaupun sebenarnya tidak aman!

lagi semangat semangatnya ingin memberantas korupsi, maka digembosi. mereka yang diberi kepercayaan tidak melihat persoalan secara nasional, tapi kembali pada kepentingan, urgensi petai. Petai memang bau tapi.... enak.

Jumat, 28 September 2012

Wa Akhsin Kama Akhsanalloohu Ilaika, Berbuat baiklah kamu sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu

Seseorang bercerita, aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku sertamenunjukkan keadaan di surga.

Memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,"

Ini adalah Seksi Penerimaan.

Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian,....

aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata,

"Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman.

Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat

yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.

Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.

"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.

Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas Rahmat Tuhan?", tanyaku.

"Sederhana sekali", jawab Malaikat.

"Cukup berkata,

'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan' ".


"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?", tanyaku.

Malaikat-ku menjawab,

"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, Pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, Maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu,engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga.... Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ....Maka,engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika,........ engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan,atau kematian ... M a k a,....engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang didunia.

"Jika,....orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... Maka,.....engkau termasuk orang yang sangat jarang.

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka,.....

engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan emua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

"Jika,...engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu, berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.

Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua

teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa

dirahmatiNya kita semua.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ".

(QS:Ibrahim (14) :7 )



Wa Salam Alaikum

Yang Kuasa Memberkati.