Pengembaraan Tiada Bertepi. Abdul Aziz Zarkasi and Co. Mari berbagi, Harta yang kamu infaqkan itulah milikmu yang sesungguhnya
Jumat, 09 November 2012
JADWAL PENDAFTARAN DAN PENERIMAAN CALON PESERTA SERTIFIKASI GURU RA/MADRASAH TAHUN 2012
JADWAL PENDAFTARAN DAN PENERIMAAN CALON PESERTA
SERTIFIKASI GURU RA/MADRASAH TAHUN 2012
No Waktu Kegiatan
1 5 s.d. 26 Nov 2012 Pengisian formulir, pelengkapan dokumen pendukung, dan
pembuatan daftar calon peserta tiap-tiap RA/madrasah
2 27 November 2012 Batas akhir penyerahan formulir, dokumen pendukung dan daftar
calon peserta ke Kantor Kemenag Kab/Kota;
3 27 November s.d. 15 Desember 2012
Verifikasi data oleh Kantor Kemenag Kab/Kota
4 15 Desember 2012 Batas akhir penyerahan daftar calon pesertadan formulir yang telah
diverifikasi oleh Kantor Kemenag Kab/Kota kepada Kanwil
Provinsi
5 18 s.d. 27 Desember 2012 Kanwil Kemenag Provinsi menghimpun, memverifikasi data dan
membuat daftar calon peserta per Kab/Kota se-Provinsi
6 28 Des 2012 Batas akhir penyerahan daftar calon peserta dari Kanwil kepada
Dit. Pendidikan Madrasah
7 2 s.d. 31 Januari 2013 Penghimpunan daftar calon peserta, pengolahan data dan
penyusunan Daftar Urut Prioritas (Long List) Sementara Calon
Peserta Sertifikasi 2013
8 1 Februari 2013 Sosialisasi/publikasi Daftar Urut Prioritas (Long List) Sementara
Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/madrasah di Kanwil Kemenag
Prov dan/atau Kantor Kemenag Kab/Kota dan website:
http://www.kemenag.go.id.
9 1 s.d. 15 Februari 2013 Masa komplain, pengajuan keberatan, dan koreksi terhadap Long
List Sementara
10 10 Maret 2013 Penetapan Daftar Urut Prioritas
(Long List) fix
Jumat, 02 November 2012
Jujur Kah, suci Kah, Tanda Tanya
Yang ku inginkan hanya sebuah kejujuran, bukan kecerdasan mengolah kata diatas kertas, ataupun angka-angka diatas kwitansi. Cukuplah Tuhan sebagai pengawasmu. Apalah artinya akuntabilitas, transparansi, kalau hanya hitam diatas putih.
Biarlah kita berjalan dengan kekurangan karena ketidak-tahuan daripada sok tahu sok pinter tetapi mengesampingkan kejujuran. Cukuplah Tuhan sebagai pengawasmu. Jangan sampai mempertaruhkan kehidupan akherat hanya dengan sekerat daging, atau segepok rupiah, apalagi seuntai pujian, sanjungan. Ingatlah Wal Aakhirotu Khoiru wa abqoo, Kehidupan akherat itu lebih baik dan kekal, yang sudah kita bangun kita persiapkan detik demi detik perjalanan hidup kita sampai batas waktu yang telah ditentukan. Sayang, kita tidak pernah tahu batas tersebut. Karena tidak tahu itulah kita harus siap setiap saat Cukuplah Tuhan sebagai Penolongmu.
Kalau dibalik, berarti kamu tidak jujur, tidak suci. Bukan begitu mahsudnya, belum begitu saat ini, tetapi mari kita menuju ke sana, kita mulai dari diri sendiri dan sekarang juga.
Biarlah kita berjalan dengan kekurangan karena ketidak-tahuan daripada sok tahu sok pinter tetapi mengesampingkan kejujuran. Cukuplah Tuhan sebagai pengawasmu. Jangan sampai mempertaruhkan kehidupan akherat hanya dengan sekerat daging, atau segepok rupiah, apalagi seuntai pujian, sanjungan. Ingatlah Wal Aakhirotu Khoiru wa abqoo, Kehidupan akherat itu lebih baik dan kekal, yang sudah kita bangun kita persiapkan detik demi detik perjalanan hidup kita sampai batas waktu yang telah ditentukan. Sayang, kita tidak pernah tahu batas tersebut. Karena tidak tahu itulah kita harus siap setiap saat Cukuplah Tuhan sebagai Penolongmu.
Kalau dibalik, berarti kamu tidak jujur, tidak suci. Bukan begitu mahsudnya, belum begitu saat ini, tetapi mari kita menuju ke sana, kita mulai dari diri sendiri dan sekarang juga.
Rabu, 31 Oktober 2012
Menunda, memang asyik
Kalau bisa dipersulit, kenapa tidak. Kalau bisa siundur-undur, kenapa tidak?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
itulah penyakit kita dalam berprestasi dan berkreasi. Nanti dulu, besuk saja, masih lama, belanda masih jauh; ungkapan konyol yang sering nyaring terdengar bukan dari grass root.
Siapa yang bisa mengubah kepribadian secara instant?! Sim salabin. Abacadabra!? Bobo saribo telek kebo.
sama juga konyol. Lantas salah siapa, Guru ?!, Sekolahan, Menteri Pendidikan!? UU?!
Katanya : "Tolak ukur keberhasilan orang tua (ayah dan ibu) adalah dilihat dari hasil karyanya, anak-anaknya. Apa kriterianya! Waladin Shoolihin/ shoolihatin syukur-syukur yad'ullah
Walau prestasi kantor hebat. prestasi organisasi hebat, prestasi olah raga hebat, apakah anak anaknya jadi anak yang waladin sholihin/sholihatin. menjadi anak yang sholeh / sholihah.
silakan yang lain ditunda, tapi jangan yang satu ini. Marilah kita mendo'a, Orandum, semoga didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, mens sana in corpore sano.
Banyak sekali jiwa yang gersang didalam tubuh yang sehat. Madrasah, pondok pesantren mengatasi masalah ini, Insya Allah Maka jangan ragu, LAA Takhof
itulah penyakit kita dalam berprestasi dan berkreasi. Nanti dulu, besuk saja, masih lama, belanda masih jauh; ungkapan konyol yang sering nyaring terdengar bukan dari grass root.
Siapa yang bisa mengubah kepribadian secara instant?! Sim salabin. Abacadabra!? Bobo saribo telek kebo.
sama juga konyol. Lantas salah siapa, Guru ?!, Sekolahan, Menteri Pendidikan!? UU?!
Katanya : "Tolak ukur keberhasilan orang tua (ayah dan ibu) adalah dilihat dari hasil karyanya, anak-anaknya. Apa kriterianya! Waladin Shoolihin/ shoolihatin syukur-syukur yad'ullah
Walau prestasi kantor hebat. prestasi organisasi hebat, prestasi olah raga hebat, apakah anak anaknya jadi anak yang waladin sholihin/sholihatin. menjadi anak yang sholeh / sholihah.
silakan yang lain ditunda, tapi jangan yang satu ini. Marilah kita mendo'a, Orandum, semoga didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, mens sana in corpore sano.
Banyak sekali jiwa yang gersang didalam tubuh yang sehat. Madrasah, pondok pesantren mengatasi masalah ini, Insya Allah Maka jangan ragu, LAA Takhof
Langganan:
Postingan (Atom)
Wa Salam Alaikum
Yang Kuasa Memberkati.