Tampilkan postingan dengan label Number 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Number 1. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

Guru


Dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru 
dan dosen.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama 
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, 
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada 
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan 
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. 
(Pasal 1 ayat 1)
tidak sekedar finger print pagi dan siang ang ang.

Mari finger print nya kita pindah ke dada daaa daa daaa.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Sesungguhnya Tipudaya Setan itu Lemah

Walaupun kamu sepertinya menampilkan kebenaran, walaupun kamu bicara lantang dan sangat lantang di gedung yang megah, walaupun kamu nenyatakan lihat saja fakta di persidangan, dan apapun ungkapan yang akan engkau gunakan, kalau hanya menipu hati nurani, mempertebal topeng wajah dengan kepalsuan, ingatlah bahwa tipu daya setan itu lemah.

Walau sudah memperjuangkan keadilan sampai bosan dan tetep kalah, memperjuangkan hak asasi tetapi tetep di kebiri. Kalah dengan propaganda kotor yang disusun rapi. Kalah dengan suara lantang dibawah kibaran bendera resmi, walau palsu walau sumbang dan untuk sementara berjaya, ingatlah: Sesungguhnya tipudaya Setan itu Lemah.

Tetap semangat dan tinggal mendoa semoga mendapatkan imbalan yang sepantasnya, semoga mereka kembali pada jalan yang lurus, semoga sempat taubat, dan inilah selemah-lemahnya IMAN.

Aliran lemah Iman ini kenapa banyak pengikutnya Ya?

Sesungguhnya tipu daya Setan itu lemah, menunjukkan bahwa kita pasti bisa kita pasti menang. "Kita "  SIAPA? aqu ra melu-melu lho. Benerkan aliran lemah iman?

KitaYaa insan Kamil penerus estafet kepemimpinan, estafet pembangunan, estafet menebarkan rasa aman keseluruh penjuru mata angin tidak terbelenggu oleh tetek-bengek, dan atribut.

Aqu berharap hujan segera turun dan membasahi jiwa yang gersang, membasahi tanah yang kering, aqu berharap hanya untuk sesuap nasi, tidak lebih tidak lebih tidak lebih hanya ini yang mampu kupahami dari kerumunan golongan yang paling banyak.

Jumat, 23 Desember 2011

No 1, No one, Tak seorangpun, Nomor satu

Tak seorangpun yang mampu sukses sendirian tanpa keterlibatan fihak lain.

kini saatnya merevisi indikator keberhasilan kinerja. Apakah seorang Professional, aktifis, sukarelawan, dokter, pedagang, guru, bahkan Orang tua. Buang jauh-jauh indikator-indikator yang sudah ditetapkan, ganti dengan yang ini. Itu kalau kita mau berhasil beneran dan negeri ini mempunyai masa depan yang pasti.
Apapun pencapaian anda saat ini jangan berbangga dahulu, terserah itu uang yang melimpah kedudukan derajat yang tinggi atau prestasi yang lain lagi.

Ciptakan generasi yang kuat,perkasa; ciptakan generasi yang kaya, ciptakan generasi yang tidak sombong.

Kita tidak ingin investasi yang dangkal, sia-sia, crimen; satu indikator keberhasilan yang bisa anda terapkan: Waladin Sholikhin Yad'ulahu. Anak yang sholeh/hah yang mau mendo'akan orang tuanya. Orang tua yang mampu membinmbing anak-anaknya menjadi anak yang sholeh/hah, sukur-sukur kuat/menangan, kaya, dan tidak sombong.

Mari kita bisikkan di tellinga mereka: waladin sholikhin yad'ulahu, kuat, kaya, tidak sombong agar hidup dalam alam bawah sadarnya. Ingat ! alam bawah sadar mempunyai kemapuan/ kekuatan 10 x lipat kekuatan alam sadar. Agar apa yang terngiang di alam bawah sadar itu suatu saat menjadi kenyataan. Ini bukan mimpi tetapi investasi tanpa batas.

Sudah suskseskah kita, sudah berhasilkah kita?
Kita beda, tidak seperti motivator-motivator itu yang hanya bisnis semata?????????

Wa Salam Alaikum

Yang Kuasa Memberkati.