Tampilkan postingan dengan label amar ma'ruf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amar ma'ruf. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Februari 2015

KONGRES UMAT ISLAM INDONESIA VI TAHUN 2015 RISALAH YOGYAKARTA

KONGRES UMAT ISLAM INDONESIA VI TAHUN 2015 RISALAH YOGYAKARTA

 Atas berkat rahmat Allah SWT, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Yogyakarta pada tanggal 19-22 Rabiul Akhir 1436 H bertepatan tanggal 8-11 Februari 2015 telah berlangsung dengan lancar, baik, dan dinamis yang dihadiri oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia tingkat pusat dan tingkat provinsi seluruh Indonesia, zuama dan cendekiawan Muslim, pimpinan Ormas-Ormas Islam tingkat pusat, para sultan kesultanan di Nusantara, pengasuh pondok pesantren, pimpinan perguruan tinggi Islam, dan para tokoh Islam perseorangan. Didorong keinginan luhur untuk menunaikan tanggung jawab kepada bangsa dan negara, KUII VI menyampaikan RISALAH YOGYAKARTA sebagai berikut:
Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 adalah puncak perjuangan dan cita-cita umat Islam Indonesia.
Bahwa sebagai bagian terbesar dari bangsa ini, umat Islam memiliki tanggung jawab terbesar untuk menjaga, mengawal, membela, mempertahankan, dan mengisi Negara Indonesia berdasar wawasan Islam rahmatan lil alamin dan washatiyah dalamsemangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, sebagai ciri Islam Indonesia yang berpaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Bahwa penyelenggaraan Negara Proklamasi harus berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai ruhnya. Oleh karena itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan negara sekuler dan bukan negara liberal.
Bahwa kehidupan nasional dewasa ini telah mengalami penyimpangan dan pergeseran(deviasi dan distorsi) dari cita-cita nasional ditandai dengan derasnya liberalisasi dan kapitalisasi dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya. Sebagai akibatnya, muncul gejala kerusakan dalam kehidupan bangsa, antara lain ditandai oleh sikap dan perilaku pragmatis, koruptif, manipulatif, materialistik, konsumtif, individualistik, dan hedonistik.
Bahwa dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar, umat Islam bersama seluruh komponen bangsa bertekad meluruskan kiblat bangsa, demi terwujudnya Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Kongres Umat Islam Indonesia VI Tahun 2015:
1. Menyeru seluruh komponen umat Islam Indonesia untuk bersatu padu, merapatkan barisan dan mengembangkan kerja sama serta kemitraan strategis, baik di organisasi dan di lembaga Islam maupun di partai politik, untuk membangun dan melakukan penguatan politik, ekonomi, dan sosial budaya umat Islam Indonesia yang berkeadilan dan berperadaban.
2. Menyeru penyelenggara negara dan kekuatan politik nasional untuk mengembangkan praktik politik yang ber-akhlaqul karimah dengan meninggalkan praktik politik yang menghalalkan segala cara, dengan menjadikan politik sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, keamanan dan kedamaian bangsa.
3. Menyeru penyelenggara negara untuk berpihak kepada masyarakat yang berada di lapis bawah (dhu’afa dan mustadh’afin) dengan mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berorientasi kepada pemerataan dan keadilan, serta mendukung pengembangan ekonomi berbasis syariah, baik keuangan maupun sektor riil dan menata ulang penguasaan negara atas sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, serta meniadakan regulasi dan kebijakan yang bertentangan dengan Konstitusi dan merugikan rakyat.
 4. Menyeru seluruh komponen umat Islam Indonesia untuk bangkit memberdayakan diri, mengembangkan potensi ekonomi, meningkatkan kapasitas SDM umat, menguatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis ormas, masjid, dan pondok pesantren, meningkatkan peranan kaum perempuan dalam perekonomian, mendorong permodalan rakyat yang berbasis kerakyatan, dan mendorong kebijakan pemerintah pro rakyat.
5. Menyeru pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai dan menghindarkan diri dari budaya yang tidak sesuai dengan nilaisyariat Islam dan budaya luhur bangsa, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, pornografi dan porno aksi, serta pergaulan bebas, dan perdagangan manusia. Hal itu perlu dilakukan dengan meningkatkan pendidikan akhlak di sekolah/madrasah dan keluarga, penguatan ketahanan keluarga dan adanya keteladanan (uswah hasanah) para pemimpin, tokoh, dan orang tua. Seiring dengan itu menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan regulasi dan kebijakan yang membuka 3 pintu lebar-lebar masuknya budaya yang merusak serta melakukan penegakan hukum yang tegas dan konsisten.
6. Menyatakan keprihatinan yang mendalam atas bergesernya tata ruang/lanskap kehidupan Indonesia di banyak daerah yang meninggalkan ciri keislaman sebagai akibat derasnya arus liberalisasi budaya dan ekonomi. Oleh karena itu, meminta penyelenggara negara serta berbagai pemangku kepentingan melakukan langkahlangkah nyata untuk menggantikannya dan menata ulang regulasi dan kebijakan lanskap kehidupan Indonesia agar tetap berwajah keislaman dan keindonesiaan.
 7. Memprihatinkan kondisi umat Islam di beberapa negara di dunia, khususnya Asia yang mengalami perlakuan diskriminatif dan tidak memperoleh hak-haknya sebagai warga negara. KUII meminta kepada pemerintah negara-negara yang bersangkutan untuk memberikan perlindungan berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang berkeadilan dan berkeadaban. Menyeru kepada Pemerintah dan umat Islam Indonesia untuk memberikan bantuan kepada mereka dalam semangat ukhuwah Islamiyah dan kemanusiaan.
Hasbunallah wa ni’ma al-wakil, ni’ma al-maula wa ni’mal al-nashir.
                                            Yogyakarta, 22 Rabiul Akhir 1436 H  
                                                                                                                     11 Februari 2015 M

PIMPINAN PANITIA KONGRES UMAT ISLAM INDONESIA VI
TAHUN 2015
         Ketua Panitia Pengarah,                                                              Ketua Panitia Pelaksana, 


Drs. KH. SLAMET EFFENDY YUSUF, M.Si                         Dr. H. ANWAR ABBAS, MM, M.Ag.
DEWAN PIMPINAN MUI
Ketua Umum,


PROF. DR. H. M. DIN SYAMSUDDIN, M.A.

Sumber: http://kemenag.go.id/file/file/Dokumen/wokc1423708291.pdf

Selasa, 19 November 2013

abu abu

Abu Bakar, abu sayyab, abu hurairah, abu batu, abu merapi. Ini yang berterbangan baru abunya saja belum gunung gunung yang mengeluarkan abu yang berterbangan. Jika gunung-gunung berterbangan, walaupun kita tidak akan mengalaminya, betapa dahsyat dampak yang ditimbulkan.
Semua ini semua itu sebenarnya petunjuk bagi orang orang yang berfikir. Bukan hanya untuk orang-orang yang cerdas, tapi untuk mereka yang mau berfikir

Tidak kalah besar dampaknya, aksi anak abu-abu. Sebenarnya perlu kita telusur dibalik sepak terjangnya Gayus, A Fatana, trus siapa lagi tuh..   Apa dan siapa dibalik itu semua.
Sebenarnya.........
Kita harus percaya bahwa pada dasarnya fitrah manusia itu baik, dan pada saat melakukan kesalah yang pertama kali, apakah itu korupsi atau kesalahan atau dosa yang lainnya, pasti berbuatan itu ia sesali. Tetapi untuk yang kedua kali dan selanjutnya itulah yang perlu kita cermati. Karena kesalahan itu menguntungkan dan aman, maka ia lanjutkan, atau tuntutan skenario disudut kerling mata wanita, atau tunduk dibawah ketiak wanita yang kedua. Ketiak yang pertama ada dua kanan dan kiri, ketiak yang ke dua itu hanya satu.

Ada hal yang positif juga dari kerling wanita, misalnya Taj Mahal, Candi Prambanan,
Untukmu wahai wanita, calon mempelai:
Aku nikahkanengkau dengan seseorang yang mungkin tidak mencintaimu sepenuh hati, dan mungkin tidak engkau cintai. Tetapi taqdir telah ditetapkan, Itulahtaqdirmu, maka bergandeng tanganlah sambil berjalan, berlari dengan senyum bahagia mengarungi perjalanan yang tidak pernah engkau ketahui akhirnya. Tetapi dengan tujuan yang pasti
Sabar dan narimo menjadi teman setiamu sepanjang perjalanan.
Abuabu, walau hanya sebesar abu, ada makna yang engkau torehkan dalam pengembaraanmu

Selasa, 26 Februari 2013

Mengatasi Hama Kaper dan Wereng


Alhamdulillah aku sudah dapatkan artikel tentang kaper dan wereng, sangat sederhana tetapi luar biasa penting.

Ini caranya mengatasi sundep dan atau penggerek batang. Hasil panen sangat jelek gara gara Kaper laknat. 

Teman-teman petani,
semoga ini menjadi sangat bermanfaat.

Bagi handai tolan yang membaca artikel ini dan ada tetangga petani, tolong sampaikan kabar gembira ini.

BERBAGAI HAMA TANAMAN PADI DAN CARA MENGATASINYA

1.Kaper
 *Umur 0-20 hari larva dari kaper berada didalam tanah dan memakan ujung akar (ulat).
*umur 21 - 40 hari dari akar naik ke ¼ dari ruas batang ( sundep )
*Umur 40-80 hari naik lagi kebatang dan memakan batang yang lunak(penggerek batang )
*Contoh hama ulat tanah, sundep, penggerek batang
*PERHATIAN ! TELUR KAPER HANYA BISA HIDUP DI TANAH YANG PHNY<3, MAKA AGAR PH TANAH NAIK
Cara mengatasi Di pupuk Dolomit , Kapur , Abu sekam di lakukan 3 hari sekali 

Catatan: Untuk musim panen sekarang ini, Juli 13, saya merasa tingkat serngan sundep ataupun kaper ataupun potong leher bisa dikatakan saangat sedikit dibandingkan dengan lahan sebelahnya

2. Wereng
*Umur dari wereng sendiri sekitar 29 hari
*sekali bertelur sekitar 300-400 utir telur
*umur 3 hari telur menetas
*umur 4-7 hari sudah mulai makan dan menghisap sari makanan pada batang
*umur 14 hari bertelur lagi
*umur 21 hari naik ke pangkal daun dan bertelur lagi
*Umur 29 hari mulai mati dan meninggalkan telur lagi
*PERHATIAN ! WERENG TIDAK BISA DIBUNUH DENGAN PESTISIDA JENIS APAPUN,YANG BISA KITA LAKUKAN HANYA MENGGANGGU PROSES PERNAFASANNYA
 *Cara mengatasiSiapkan 2 botol balsem geliga (larutan mentol )½ Liter   sendok minyak tanah (SEBAGAI PENGIKAT MENTOL)1 sendok diterjen(SEBAGAI PELARUT AIR DENGAN MINYAK TANAH)3-4 tutup mikro power (NUTRISI UNTUK TANAMAN)
NB : dosis semprot ½ gelas / tangki dari larutan dan disemprot 5 harisekali

Sabtu, 09 Februari 2013

Aplikasi Pembuatan Kartu Ujian

Teman 2 yang ingin buat kartu peserta ujian atau kartu kartu yang lain, ini ada softwere yang praktis tis tis tis.
silakah down load sendiri. Cari sendiri, kalau ndak bisa baru nanya.

Ini Link nya Kawn!

Download Aplikasi Kartu Ujian Plus Foto X- Card



Sabtu, 20 Oktober 2012

Sesungguhnya Tipudaya Setan itu Lemah

Walaupun kamu sepertinya menampilkan kebenaran, walaupun kamu bicara lantang dan sangat lantang di gedung yang megah, walaupun kamu nenyatakan lihat saja fakta di persidangan, dan apapun ungkapan yang akan engkau gunakan, kalau hanya menipu hati nurani, mempertebal topeng wajah dengan kepalsuan, ingatlah bahwa tipu daya setan itu lemah.

Walau sudah memperjuangkan keadilan sampai bosan dan tetep kalah, memperjuangkan hak asasi tetapi tetep di kebiri. Kalah dengan propaganda kotor yang disusun rapi. Kalah dengan suara lantang dibawah kibaran bendera resmi, walau palsu walau sumbang dan untuk sementara berjaya, ingatlah: Sesungguhnya tipudaya Setan itu Lemah.

Tetap semangat dan tinggal mendoa semoga mendapatkan imbalan yang sepantasnya, semoga mereka kembali pada jalan yang lurus, semoga sempat taubat, dan inilah selemah-lemahnya IMAN.

Aliran lemah Iman ini kenapa banyak pengikutnya Ya?

Sesungguhnya tipu daya Setan itu lemah, menunjukkan bahwa kita pasti bisa kita pasti menang. "Kita "  SIAPA? aqu ra melu-melu lho. Benerkan aliran lemah iman?

KitaYaa insan Kamil penerus estafet kepemimpinan, estafet pembangunan, estafet menebarkan rasa aman keseluruh penjuru mata angin tidak terbelenggu oleh tetek-bengek, dan atribut.

Aqu berharap hujan segera turun dan membasahi jiwa yang gersang, membasahi tanah yang kering, aqu berharap hanya untuk sesuap nasi, tidak lebih tidak lebih tidak lebih hanya ini yang mampu kupahami dari kerumunan golongan yang paling banyak.

Kamis, 29 Maret 2012

Mengejar Malaikat 2

Mampukah?

Pertanyaan pessimesme sebelum m3ncoba. Berapa Kecepatan yang kita butuhkan untuk bisa mengejar malaikat? Kecepatan terbang Malaikat itu 50,000 kali lipat kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya itu 300.000 km / detik. Tapi dalam suatu Hadits diriwayatkan, bahwa malaikat penjabut nyawa itu mengelilingi atau mengunjungi hamba-hamba di bumi ini 21 menit sekali. Berarti tiap 21 menit itu sudah mencapai satu putaran mengelilingi bumi atau mengelilingi jagad raya.

Dapatkah kita mengejar atau bahkan menyalipnya? Jawabnya dapat. pasti. Angan kita dapat melambung lebih cepat dari Malaikat. Kanyataan bahwa Malaikat tidak sanggup menemani Nabi Manghadap Yang kuasa, menunjukkan manusia mempunyai kelebihan dibandingkan dengan Malaikat. Betul sekali memang manusia punya potensi positif melebihi Malaikat tetapi sebaliknya juga punya potensi negatif melebihi setan.

Persoalannya, bukan bisa atau tidak bisa tetapi untuk apa. Mungkin kita ingin jalan pintas untuk meraih sesuatu mungkinkah jalan pintas lewat malaikat? Pada zaman rezim President tertentu, kalau kita punya hajat berurusan dengan presiden, seandainya kita urus sendiri menghadap president. pasti kita dihadang persoalan administratif yang sangat menjengkelkan. Beda Hasilnya kalau kita minta tolong jalur non formal misal lewat tukang pijatnya, atau sopirnya. Demikian halnya kita berurusan dengan Tuhan lewat Malaikat, mungkinkah jalan pintas ini juga mulusss? Perlu dicoba. Persoalan berikutnya yang muncul adalah apakah hal yang semacam ini termasuk menghalangi keimanan kita kepada Allah, "Laa tusyrikqu bihi sai'a"

Jangan sampai kita merugi walaupun hidup seribu tahun dan sholat dan sholat dan Haji dan sedekah tetapi berbuat syirik apa gunanya. Apa lagi pakai benda-benda untuk peneguh hat i/ sifat kandel.

Wa Salam Alaikum

Yang Kuasa Memberkati.