Tampilkan postingan dengan label pitutur luhur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pitutur luhur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

Mengatasi Hama Kaper dan Wereng


Alhamdulillah aku sudah dapatkan artikel tentang kaper dan wereng, sangat sederhana tetapi luar biasa penting.

Ini caranya mengatasi sundep dan atau penggerek batang. Hasil panen sangat jelek gara gara Kaper laknat. 

Teman-teman petani,
semoga ini menjadi sangat bermanfaat.

Bagi handai tolan yang membaca artikel ini dan ada tetangga petani, tolong sampaikan kabar gembira ini.

BERBAGAI HAMA TANAMAN PADI DAN CARA MENGATASINYA

1.Kaper
 *Umur 0-20 hari larva dari kaper berada didalam tanah dan memakan ujung akar (ulat).
*umur 21 - 40 hari dari akar naik ke ¼ dari ruas batang ( sundep )
*Umur 40-80 hari naik lagi kebatang dan memakan batang yang lunak(penggerek batang )
*Contoh hama ulat tanah, sundep, penggerek batang
*PERHATIAN ! TELUR KAPER HANYA BISA HIDUP DI TANAH YANG PHNY<3, MAKA AGAR PH TANAH NAIK
Cara mengatasi Di pupuk Dolomit , Kapur , Abu sekam di lakukan 3 hari sekali 

Catatan: Untuk musim panen sekarang ini, Juli 13, saya merasa tingkat serngan sundep ataupun kaper ataupun potong leher bisa dikatakan saangat sedikit dibandingkan dengan lahan sebelahnya

2. Wereng
*Umur dari wereng sendiri sekitar 29 hari
*sekali bertelur sekitar 300-400 utir telur
*umur 3 hari telur menetas
*umur 4-7 hari sudah mulai makan dan menghisap sari makanan pada batang
*umur 14 hari bertelur lagi
*umur 21 hari naik ke pangkal daun dan bertelur lagi
*Umur 29 hari mulai mati dan meninggalkan telur lagi
*PERHATIAN ! WERENG TIDAK BISA DIBUNUH DENGAN PESTISIDA JENIS APAPUN,YANG BISA KITA LAKUKAN HANYA MENGGANGGU PROSES PERNAFASANNYA
 *Cara mengatasiSiapkan 2 botol balsem geliga (larutan mentol )½ Liter   sendok minyak tanah (SEBAGAI PENGIKAT MENTOL)1 sendok diterjen(SEBAGAI PELARUT AIR DENGAN MINYAK TANAH)3-4 tutup mikro power (NUTRISI UNTUK TANAMAN)
NB : dosis semprot ½ gelas / tangki dari larutan dan disemprot 5 harisekali

Sabtu, 24 Maret 2012

Kembali ke komitmen bersama

Tidak usah komitmen bersama, komitmen pribadi saja sudah cukup. Ingat kita ini dalam satu Keluarga komitmen    itu harus semuanya, jangan menuntut komitmen tertentu, atau merasa komit dengan satu aspek tetapi melupakan banyak hal yang lain . Bukan hanya A yang harus dikomit tetapi B C D E sampai Z harus semuanya dalam cakupan komitmen pribadi. Maka tidak akan timbul kecemburuan terselubung. Sepakat jam 06.30 ya itu, bukan jam 07.30. Biar temen yan lain aja menghandle anak-anak, ah biar bapak -bapak saja sang yang menhandle dhuha, biar dia saja yan melatih upacara. Bira-biar itu namanya tidak komit hanya komat kamit, om dong, omong doang.
Pembenaran diri dengan alasan biar dia berlatih, terlatih saya tidak kebagian tidak apa-apa adalah cermin komitmen pribadi yang rendah. Walau dekat tetapi datang terlambat, walau sehat tetapi meratap.

Tunjukkan perbedaanmu, maka kau akan dilihat, diharai, dan di apresiasi, pekerjaan mencari orang-orang yang sibuk, bukan mencari pengangguran atau mereka yang pasif. Itulah komitmen pribadi, tanpa dikomando sudah bertindak, tanpa ditegor sudah menyadari, belum diberi tahu sudah paham. Pribadi mandiri jiwanya lepas tidak terpenjara oleh kesempitan fikir, dan rasa. Merdeka tetapi terpimpin, bebas tetapi terkendali

membanun komitmen bersama tidak semudah kesepakatan hitam diatas putih, hanya formalitas. kebersamaan yang semu, menyalakan Bom waktu pada saatnya tiba akan meledak

Wa Salam Alaikum

Yang Kuasa Memberkati.