Tampilkan postingan dengan label Rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rindu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

asa

Ada satu keinginan yang tidak bisa terwujud, atau dengan bahasa yang berbeda, doa yang tek terkabulkan: "aku ingin melupakan ..."

Keinginan itu tidak bisa terwujud. Do'a itu tidak terkabulkan, maka nikmatilah, jalani apa yang engkau rasakan.   Rasakan, ada asa dalam rasakan, menyisakan Rkan.

Asa, standar kecepatan dalam dunia photografy, semakin tinggi asa nya maka kualitas yang dihasilkan akan semakin baik. Perubahan yang sangat cepat pun  dapat diikuti dengan baik. Dimanapun, Kapanpun kau menjadi, kau berada, tak akan lepas dari tangkapan ku. tinggal mengukur Seberapa tinggi asa  untuk memperjuangkan rasa?

itulah ASA

Sekarang ASA diganti dengan Pixel, entah apa makna otha-athiknya namun tetap sama, semakin tinggi pixelnya akan semakin baik kualitasnya, bisa diajak maju alias dimodifikasi dengan cepat mudah dan nyaman, misal: walau jerawatan, bisa dimodifikasi menjadi tanpa noda.

Pi  X  Elaki  = Buah Hati, yang menyatukan dua dunia, dua nuansa, dua perbedaan, dan mungkin dua generasi. Menjadi inspirasi dan tujuan semua usaha, melupakan keagumgan diri, kemuliaan diri semata untuk Buah Hati

Senin, 11 Februari 2013

Memilih

Aqu pilih yang tengah, eh ternyata sudah kedahuluan. Terpaksa deh ganti, aq pilih yang bawah aja. Anda boleh menetapkan pilihan sesuai selera masing masing. pilihan bebas, merdeka, netral, terkendali karena memang kita sudah dibekali akal untuk menentukan dan kemudian dimintai pertanggungjawaban.

Aneka pilihan tersedia, bahkan kadang kita milih dengan terpaksa, atau ora ono liyo. Terpaksa atau tidak terpaksa yang jelas sudah kita putuskan, maka bertanggungjawablah dengan keputusan mu sendiri.

Pilihan bebas, pilihan merdeka, tapi koq masih banyak yang protes. Tuhan kenapa Aq bodoh, Tuhan kenapa Aq mlarat, dan segenter pilihan lainnya!. Qamu kan sudah milih tidak belajar, Qmu kan milih tiduran aja, Qmu kan milih ini, ini, itu, itu? sekarang qoq protes.

Jumat, 09 Maret 2012

Kerinduan spiritual

Adakah obat mujarab mengatasi keresahan jiwa yang rindu akan Tuhannya. Menjelang usia yang sudah sore, Longlist juga sudah di panggil, karena berbenturan perbedaan pendapat mungkin dengan anak sendiri atau dengan anak mantu, HAJI KOQ HUTANG,  ITU NAMANYA BELUM MAMPU LEBIH BAIK TIDAK USAH HAJI SAJA!. akhirnya kesempatan itu berlalu. Kondisi orang tua yang sudah renta lapuk dimakan usia, sekarang mengalami komplikasi yang mengakibatkan penglihatannya hilang, yang berarti juga kesempatan memenuhi kerinduan spiritual itu juga semakin menjauh, apalagi kalau sampai keburu dipanggil yang Kuasa. Tidak menyesalkah anak tersebut?????????

Soal Haji, kalaupun sementara untuk menutup kekurangan dengan jalan pinjam toh juga akan dilunasi dengan uang sendiri, tidak lebih baik kah yang demikian itu? Syukur syukur justru anak itu menutup kekurangan tabungan orang tuanya, idep-idep sebagai waladin sholikhin yad'ullah, dari pada kerinduan spiritual itu justru akan tambah menggerogoti raganya, yang mengakibatkan jiwanyapun semakin rapuh.

Delema bagi  orang tua yang rindu akan Tuhannya bukan sang anak yang tegas berpendapat tidak usah Haji, kalau tidak mampu. Maka Penantian 5 tahun 7 tahun atau 8 tahun itu akhirnya sia-sia. Semoga allah memberikan jalan terbaik bagi orang-orang yang memendam kerinduan spiritual  yang mendalam, dan membukakan cakrawala fikir  dan hati manusia yang kerdil dan sempit ini.

Pepatah, Banyak jalan menuju Roma, demikian halnya Banyak jalan menuju Mecca al Mukarromah, apakah dengan pinjam atau diberi atau jual sawah, semua itu adalah garis yang kuasa kita tidak bisa menghindar atau menolaknya,\.

Semoga kerinduan spiritual akan segera terobati, amien.

Wa Salam Alaikum

Yang Kuasa Memberkati.